Author Bleach Akui Tidak Menyukai Karakter Wanita di Jujutsu Kaisen
Tite Kubo mengungkap alasan ia tak menyukai karakter wanita Jujutsu Kaisen dalam fanbook resmi. Simak penjelasan lengkap dan respons Gege Akutami.
Ketika membicarakan anime shonen paling berpengaruh sepanjang masa, banyak judul yang bisa masuk daftar tersebut. Namun, ada tiga seri yang memiliki popularitas luar biasa dan sulit ditandingi, yakni Naruto, Bleach, dan One Piece. Ketiga anime ini dikenal sebagai “Big Three”, karena pengaruh besar mereka dalam membawa industri anime menjadi setenar sekarang dan bagaimana tiga anime tersebut menemani para penggemar tiap minggu walaupun cuma one piece yang masih bertahan rilis tiap minggu namun mulai tahun depan akan berbeda
Bagi kebanyakan penonton, nama Naruto dan One Piece mungkin lebih melekat karena popularitasnya yang luar biasa. Sementara Bleach kerap dianggap kurang menonjol karena berbagai faktor, seperti banyaknya filler, ritme cerita yang tidak stabil, dan adaptasi animenya yang sempat berhenti bertahun-tahun. Hal-hal inilah yang membuat sebagian orang beranggapan bahwa Bleach kurang memberi pengaruh besar.
Namun pada kenyataannya, Bleach justru menjadi inspirasi bagi banyak anime modern, salah satunya adalah Jujutsu Kaisen. Gege Akutami, sang kreator Jujutsu Kaisen, secara terbuka mengakui bahwa ia banyak terinspirasi oleh karya Tite Kubo.
Tite Kubo Beri Pendapat Mengejutkan tentang Karakter Wanita Jujutsu Kaisen
Dalam sebuah percakapan yang dipublikasikan di Jujutsu Kaisen Official Fanbook, Tite Kubo memberikan pernyataan mengejutkan. Ketika ditanya siapa karakter wanita favoritnya dalam Jujutsu Kaisen, ia menjawab secara lugas:
“Tidak ada. Saya tidak suka mengatakan ini di depan penulisnya sendiri, tetapi tidak ada karakter wanita di Jujutsu Kaisen yang sesuai dengan tipe saya.”
Kubo kemudian menjelaskan alasannya. Menurutnya, karakter wanita dalam Jujutsu Kaisen memiliki kepribadian yang terlalu tangguh atau kasar, berbeda dengan gaya karakter wanita yang ia ciptakan dalam Bleach yang cenderung lebih feminin dan menggoda.

Jika melihat desain wanita seperti Rangiku Matsumoto, Rukia Kuchiki, atau Orihime Inoue, gaya tersebut memang sangat khas Bleach lebih lembut, feminin, namun tetap kuat.
Setiap Author memiliki selera sendiri pada karyanya
Meskipun memberikan kritik, Tite Kubo menegaskan bahwa pernyataannya bukan bermaksud menjatuhkan karya Gege Akutami. Ia mengatakan bahwa setiap kreator memiliki preferensi desain karakter masing-masing.
“Ketika karakter lawan jenis menerima perlakuan istimewa, baik dalam desain atau kepribadian, itu biasanya mencerminkan selera kreatornya. Jadi itu pasti gaya Akutami-sensei.”
Dengan kata lain, ia memahami bahwa perbedaan gaya antara Bleach dan Jujutsu Kaisen adalah hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan.
Respons Gege Akutami pada pernyataan Tite Kubo
Menanggapi komentar Kubo, Gege Akutami tidak merasa tersinggung. Justru ia mengakui sebuah hal menarik bahwa ia memang tidak terlalu suka menggambar karakter wanita dan berusaha menghindarinya.
Inilah alasan mengapa karakter wanita dalam Jujutsu Kaisen seperti Nobara Kugisaki, Maki Zen'in, atau Mai Zen'in memiliki aura yang lebih agresif, tegas, dan jarang menampilkan sisi feminin yang biasanya muncul dalam anime shonen klasik.
Sumber : Somokudasi